Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH

khoirum's Site

Photo AlbumPhotosJan 27, 2010
Arum
2 Photos, 1 comment

   View All
.
NoteNotes
   View All
.
.
.
NoteGuestbook
   
khoirum24 wrote on Jul 26, '11
Bacalah dengan teliti, ini sangat penting !!!

Pernah ada anak lelaki dengan watak buruk. Ayahnya memberi dia sekantung penuh paku, dan menyuruh memaku satu batang paku dipagar pekarangan setiap kali dia kehilangan kesabarannya atau berselisih paham dengan orang lain.

Hari pertama dia memaku 37 batang dip agar. Pada minggu-minggu berikutnya dia belajar untuk menahan diri dan jumlah paku yang dipakainya berkurang dari hari ke hari. Dia mendapatkan bahwa lebih gampang menahan diri daripada memaku dip agar.

Akhirnya tiba hari ketika dia tidak perlu lagi memaku sebatang paku pun dan dengan gembira disampaikannya hal itu kepada ayahnya.

Ayahnya kemudian menyuruhnya mencabut sebatang paku dari pagar setiap hari bila dia berhasil menahan diri atau bersabar.

Hari-hari berlalu dan ahirnya tiba harinya dia bias menyampaikan kepada ayahnya bahwa semua paku sudah tercabut dari pagar. Sang Ayah membawa anaknya ke pagar dan berkata : “ anakku, kamu sudah berlaku baik, tetapi coba lihat betapa banyak lubang yang ada dip agar?’”

Pagar ini tidak akan kembali seperti semula kalau kamu berselisih paham atau bertengkar dengan orang lain, hal itu selalu meninggalkan luka seperti pada pagar.

Kau bisa menusukkan pisau dipunggung orang dan mencabutnya kembali tetapi..tidak bias menghilangkan bekas noda itu…

Intinya kita harus berpikir 1000 x untuk melakukan sesuatu ….. apakah sudah baik menurut semua orang dengan mengindahkan semua etika dan aturan…

sebarkan ke anak, saudara, ibu, ayah,family, friends...etc






SukaTidak Suka · · Bagikan · Hapus

*
*
*
o
Cymsasi An yach aku tau nich crita.... sakit hati yg berbekas...
27 Maret 2010 jam 12:08 melalui Facebook Seluler · SukaTidak Suka
o
Ichwan Rama Fendi Gsc Bagus bu ceritanya... Banyak manfaat...
27 Maret 2010 jam 12:11 melalui Facebook Seluler · SukaTidak Suka
o
Arum Maftucha yups
27 Maret 2010 jam 12:12 · SukaTidak Suka
o
Arum Maftucha ‎@acym : yups
@ihwan : Amiin
27 Maret 2010 jam 12:13 · SukaTidak Suka
o
Reza Rezaguet kisah yg menyentuh,smpe termehek-mehek.hehe
27 Maret 2010 jam 13:05 melalui Facebook Seluler · SukaTidak Suka
o
Edy Van Hotten ‎@Arum: Mantabssssssssssssssssssss​s............!!!!!!!!!!!
27 Maret 2010 jam 17:41 · SukaTidak Suka
o
Nur Lia Jadi sedih bca crta na mbak....
27 Maret 2010 jam 19:27 melalui Facebook Seluler · SukaTidak Suka
o
Bahril Ilmi OK banget............
27 Maret 2010 jam 21:24 · SukaTidak Suka
o
Arum Maftucha ‎@reza: termehek2 di fb
27 Maret 2010 jam 22:33 melalui Facebook Seluler · SukaTidak Suka
o
Arum Maftucha ‎@edy and ilmi : thanks @Nurlia : 4 attention aja
27 Maret 2010 jam 22:35 melalui Facebook Seluler · SukaTidak Suka
o
Nozzle Galaag Apakah yang ngirim ini sdh melakukan hal itu,,,,....dgn membicarakan aib pada setiap org,,,krn itu akan membuat lubang pada dirinya dan org lain,,,,,,....
27 Maret 2010 jam 23:32 melalui Facebook Seluler · SukaTidak Suka
o
Arum Maftucha insya alloh.. amiin( mudah2an alloh meridhoi disetiap langkah kebenaran kt)
28 Maret 2010 jam 6:03 melalui Facebook Seluler · SukaTidak Suka
o
Hamba Toye Rianto ujung2 nya sifat ikhlas....
28 Maret 2010 jam 10:25 · SukaTidak Suka
*
Tulis komentar...

Facebook © 2011 · Bahasa Indonesia
Tentang · Iklan · Buat Halaman · Pengembang · Karier · Privasi · Ketentuan · Bantuan
khoirum wrote on Feb 16, '10
"Anak Kecil yang takut Api Neraka"
Dalam sebuah riwayat menyatakan bahawa ada seorang lelaki tua sedang berjalan-jalan di tepi sungai, sedang dia berjalan-jalan dia terpandang seorang anak kecil sedang mengambil wudhu' sambil menangis.
Apabila orang tua itu melihat anak kecil tadi menangis, dia pun berkata, "Wahai anak kecil kenapa kamu menangis?"
Maka berkata anak kecil itu, "Wahai pakcik saya telah membaca ayat al-Qur'an sehingga sampai kepada ayat yang berbunyi, "Yaa ayyuhal ladziina aamanuu quu anfusakum" yang bermaksud, " Wahai orang-orang yang beriman, jagalah olehmu sekalian akan dirimu." Saya menangis sebab saya takut akan dimasukkan ke dalam api neraka."

Berkata orang tua itu, "Wahai anak, janganlah kamu takut, sesungguhnya kamu terpelihara dan kamu tidak akan dimasukkan ke dalm api neraka."
Berkata anak kecil itu, "Wahai pakcik, pakcik adalah orang yang berakal, tidakkah pakcik lihat kalau orang menyalakan api maka yang pertama sekali yang mereka akan letakkan ialah ranting-ranting kayu yang kecil dahulu kemudian baru mereka letakkan yang besar. Jadi tentulah saya yang kecil ini akan dibakar dahulu sebelum dibakar orang dewasa."

Berkata orang tua itu, sambil menangis, "Sesungguh anak kecil ini lebih takut kepada neraka daripada orang yang dewasa maka bagaimanakah keadaan kami nanti?"
Just Copied By Khoirum Maftuhah
17-2-2010
.